DONI TATA BERSAING DENGAN RIDER THAILAND

doni-tata-pradita-moto2-gresini-federal-oil

Musuh utama dan pertama adalah rekan satu tim. Itu prinsip dalam balapan apa pun, kecuali balap karung. Boleh saja statusnya pembalap kedua macam Marc Marquez di Repsol Honda. Jika bisa mengimbangi Dani Pedrosa, apalagi mengalahkannya dalam beberapa seri maka itulah yang namanya prestasi internal. Itu kredit poin awal dalam tim, mulai sejak tes maupun raceday-nya.

Itu pula yang akan diarungi pembalap Indonesia Doni Tata Pradita yang bakal memasuki musim pertamanya di Moto2. Sebelum dibandingkan dengan pembalap tim lain, perbandingan awal untuk Doni adalah sejauh mana ia bisa mengimbangi  Ratthapark Wilairot (Thailand). Tak cuma karena sama-sama asal Asean, tapi lebih karena keduanya disokong tim Gresini Moto2 dengan dukungan teknis setara.

Seperti musim 2012, Gresini Team Moto2 akan tampil dengan dua tim dan livery berbeda. Doni jadi pembalap tunggal tim Federal Oil Gresini Moto2. Ia menggantikan posisi Gino Rea (Inggris), sementara Wilairot tampil dengan tim Honda Gresini Moto2.  Kedua tim mengusung sasis sama, Suter. “Saat latihan di Almaera (Spanyol) saya dan Wilairot sebenarnya seimbang. Hari terakhir penentuan, saya hanya latihan singkat, karena mata kena pasir,” jelas Doni yang bukan ke portal lain, tapi ke maniakmotor.com pas dia latihan di Almeria Track, Spanyol.

Wilairot dan Doni hanya dibedakan sponsor di Gresini. Doni diusung Federal Oil, pabrik oli Indonesia yang selama ini memang jadi sponsor tim Gresini. Wilairot dibayari distributor Honda Thailand. Meski beda tim, dukungan teknis buat Doni dan Wilairot diperlakukan sama oleh Fausto Gresini sang pemilik tim yang sudah sohor sebagai penghasil rider muda berbakat.

“Kami punya tim teknis profesional dan sudah terbukti bertahun-tahun. Kami punya komitmen tersendiri di ajang Moto2 karena ini katagori penting di balap motor dunia. Balapan ini sangat kompetitif dan tak mudah bersaing di dalamnya. Tapi, kami tak henti berinovasi, agar pembalap kami mampu bersaing di depan,” ujar Gresini yang juga mantan pebalap motor legendaris Spanyol lewat website timnya.

Komitmen itulah yang menyemangati Rudy H.Husada meneruskan kerjasma dengan Gresini sembari mengirim Doni ke Moto2. Petinggi Federal Oil Indonesia itu yakin kinerja Doni dan tim akan berdampak positif buat Indonesia.  “Saya yakin itu. Ini sekaligus kesempatan buat Doni memperlihatkan kemampuannya,” kata Rudy sebagaimana dikutip portal crash.net.

Nah, itu saja sudah poin plus karena dikupas oleh salah satu portal terpandang di blantika motorsport. Doni yang sebelumnya berpengalaman di kancah GP 250 cc musim 2008 pun tak kalah antusias. “Tes awal di Valencia dan Almeria berjalan positif. Saya dapat dukungan penuh dari seluruh kru dan bisa kerja bareng dengan baik. Dengan dukungan professional mereka saya akan bisa meningkatkan kemampuan dan memberikan hasil yang baik,” papar Doni.

Nah kalau ini dia bicara di portal crash.net. Bagaimana dengan potensi bersaingnya dengan Wilairot? Ah, itu sih biar waktu saja nanti yang membuktikan. Yang jelas, Wilairot sudah memasuki tahun ke-7-nya di arena ini. Musim 2012, pemuda 24 tahun itu mengakhiri kompetisi di urutan 27 dengan raihan poin 9.  Ada peningkatan karena musim sebelumnya ia duduk di peringkat 30 dengan 4 poin

Advertisements
By raditya9911

7 SPONSOR INDONESIA PENDUKUNG RAFID TOPAN

5fb690a76a49b6747dea9f9c2cfed10f

Ada tujuh sponsor yang akan mendukung Rafid Topan di Moto2 pada 2013. Mereka berpartisipasi bukan karena nama besar Topan, tetapi demi atlet balap motor Indonesia ke pentas dunia. Ingat, ini tahun pertama Topan yang nota bene belum bisa diharapkan langsung ke depan. Targetnya baru tahu ke-4 atau saat usia Topan 21 tahun, dia boleh bicara di Moto2. Ini proyek jangka panjang, brosist. Pada jangka segitu, generasi sekarang yang sudah pada mahir di Moto2 akan dengan sendirinya naik pangkat. Di sisi lain mental dan keterampilan Topan sebagai pelapis juga meningkat dalam 4 tahun tersebut. Begitu logikanya…

Bambang Gunardi. Masih akan dibicarakan dengan QMMF

Tapi maaf, bukan bercerita itu, tapi sponsor. Imbal balik ke-7 sponsor ini akan memaksimalkan promosinya di Indonesia, bukan di dunia. Lha wong, jualannya di sini kok. Yang bertindak sebagai sponsor utama sampai saat ini masih dimiliki Evalube. Si Eva yang licin itu, jelas oli Indonesia yang dijual untuk mesin-mesin motor kita. “Dibilang sponsor boleh, dibilang donatur juga silakan, monggo juga sebagai simpatisan. Tapi, bila ada yang mau lebih besar lagi, masih tersedia tempatnya. Tapi saat ini baru Evalube yang terbesar. Catat ya, 7 sponsor ini baru sementara,” tutur A Judiarto.

Judiarto adalah Ketua Umum Pengprov DKI. Doski paling sibuk mengumpulkan sponsor untuk menopang proyek Topan. Maklum, Topan adalah atlet DKI yang otomatis tanggung jawabnya. Makanya, logo Jaya Raya atau lambang kebesaran Pemda DKI nantinya juga ada di motor Topan.  Logo DKI ini akan berdampingan dengan bendera Indonesia, isyarat dari mana Topan berasal.

IRC termasuk di dalamnya. Karet item produk Gajah Tunggal ini bisa ada di situ karena Moto2 bebas pilih ban. Dunlop yang dipakai QMMF Racing Team tidak terikat sponsor alias beli putus dan hanya digunakan saat balapan. Jadi tidak bertentangan dengan IRC. “Sponsor-sponsor ini masih terbilang sukarela. Ini pun masih akan dibicarakan dengan QMMF Racing Team. Apakah hanya ada di motor Topan atau sekalian dengan Anthony West dan sebagainya.  Batasan-batasan sponsor dari Indonesia ini sampai di mana?” timpal Bambang Gunardi, sosok yang melobby QMMF Racing agar Topan bisa dapat jok Moto2 di situ.

Menurut Bambang, terkecuali Bosowa. PT yang begerarak di niaga itu kerjasamanya atas hasil deal langung antara Sadikin Aksa (Wakil Ketua PP IMI) dengan para petinggi QMMF (IMI-nya Qatar). Selebihnya masih menunggu kesepakatan lanjutan. Yang jelas, sponsor-sponsor ini berhak berpromosi memakai nama Topan hanya di Indonesia sesuai segmen produknya.

By raditya9911

ANA CARASCO YANG CANTIK BERNYALI DI MOTO3 2013

ana carasco

Patah tumbuh hilang berganti Brur! Musim 2012 ada cewek tomboy bernama Elena Rosell di kancah Moto2. Sayang, musim depan namanya hilang karena digantikan pembalap Indonesia Rafid Topan Sucipto di tim QMMF.

Tapi, keberadaan kaum hawa di ajang balap bergengsi itu masih akan terwakili di musim 2013. Namanya Ana Carasco, gadis bening Spanyol berusia 15 tahun. Maret tahun depan usianya genap 16 tahun dan sesuai ketentuan sudah boleh pacaran, eh bertarung di lintasan Moto3. Ia sudah terdaftar resmi di musim 2013 memperkuat tim JHK Laglisse yang mengusung mesin KTM. Ana berdampingan dengan Maverick Vinales yang musim 2012 sudah mulai kesohor.

Soal nyali besar sudah diperlihatkan cewek manis ini di ajang kejurnasnya Spanyol dan sukses mendapuk poin dalam tiga race. Pekanini Ana akan ikut persiapan tim di Sirkuit Almeira dengan pacuan spek 2013.

“Saya sudah tak sabar menunggu balapan pertama Moto3. Ikut diKejuaraan Dunia adalah impian semua rider. Sasis motor yang saya gunakan nanti sangat berbeda dengan yang sebelumnya saya pakai, namun saya sangat bersemangat untuk mencobanya dalam tes pra musim ini,” kata Ana yang entah sudah punya pacar atau belum. Kalaupun belum, memang sampeyan berniat nembak?

Ana memang satu-satunya cewek di Moto3 musim depan. Tapi, ia bukanlah yang pertama. Taru Rinne (Finlandia) tercatat sebagai gadis pertama yang ikut GP 125 CC (sebelum berganti nama jadi Moto3) pada musim 1988. Berikutnya adalah Tomoko Igata (Jepang) yang sukses finish ke-7 pada GP Ceko di Sirkuit Brno 1995.

Nah, kalau rider cowok dipayungi cewek-cewek di starting grid, Neng Ana ini nanti dipayungi siapa ya?

By raditya9911

MATIC JADI PENGUASAH DRAGBIKE 2013

matik cepat ok

Matik bertentangan dengan kodratnya untuk nona-nona dan ibu-ibu ke pasar. Di  drag bike motor ini diperkaos sebisanya agar wuzzz. Eh, peminatnya malah lebih banyak dan sebagian coba ikut free for all  (FFA) bersaing dengan mesin 2-tak, memang belum mampu mengalahkannya. Maka kesepuluh catatan waktu tercepat drag bike 2012  selama portal ini menulis, masih 7 detik. Belum mampu sekelebat bayangan  di bawah 7 detik. Dulu, sebelum portal ini hidup katanya bisa di bawah 7 detik, tetapi itu motor Thailand. Itu kalau tidak salah…

Justru itu itulah yang bikin penasaran, namanya penasaran adalah benang merah balapan ramai. Apalagi para pelaga langganan matik, kian penasaran untuk dapat di bawah 7 detik. Semoga penasaran mereka berkelanjutan, agar matik tetap ramai. Tapi jangan melupakan membuka kelas murah di matik. “Tunggu tanggal mainnya,”  kata Utomo, pemilik Tomo Speed Shop (TSS) yang tercepat ke-3 dari 10 tercepat, namun dalam 10 tercepat TSS yang terbanyak. Sorry Mas bro, bukannya menuduh Mas Utomo saja yang penasaran, semua deh…

Yamaha Mio dari tim Yong Motor Nano-Nano ART asal Jakarta yang mampu mencatat 7.063 detik. Time itu yang tercepat di kelas matik, jokinya Imam Ceper. Dia memang ceper sekali, brosist!  Si Ceper mendapat waktu itu di  Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat pada 16 September 2012. Asal tahu saja, catatan terbagus selalu di dapat di sirkuit internasional itu, karena aspalnya mendukukung.

Mio Ceper ini dikilik Iyong Mustopa yang overstroke dengan kombinasi piston LHK 66 mm dan stroke  86 mm, “Setang pistonnya pakai punya Suzuki Twin lawas, kurang tahu berapa panjangnya. Hasilnya memang 300 cc, agar bisa ikut kelas 300 cc dan 350 cc,” kata Iyong pada Mio-nya yang kalau disetarakan soal kapasitas, sama dengan  Mio andalan TSS.

Tercepat ke-2 diisi Yamaha Mio milik Vincent Racing Gallery (VRG). Mesin milik VRG diboyong bulat-bulat, walau namanya mesin utuh nggak bulat-bulat amat, langsung dari Thailand.  Mr. CHA, peramu mesin tersebut mengkombinasi piston LHK 70 mm dan langkah 86 mm, sehingga VRG hanya boleh menurunkannya di Matik 350 cc atau Matik FFA karena kapasitas mesinnya 330.78 cc.

Tercepat selanjutnya silakan lihat tabel di bawah. Matik-matik ini akan kembali jadi penguasa 2013, ya di kelas matik. Kecuali ada yang lebih penasaran, mereka akan bisa mematahkannya???

By raditya9911

BUKTI KOMPETISI RAPAT!!!

motocross_start_junior

Hanya satu juara yang melayang ke luar Jawa dalam Grand Final Grasstrack 2012 yang baru terlaksana 2013. Kompetisi di Jawa lebih teratur dan padat  ketimbang region lain. Satu juara melayang ke Manado, Sulut, karena daerah ini punya tradisi kuat dalam olahraga garuk tanah. Mereka tidak tergantung kompetisi region Sulawesi. Klub event di sana rutin. Nggak ada balapan pun tipografi Sulut yang bergunung memang sudah garuk tanah, tinggal garuk kepala yang nggak ada di sana.

Seperti itu event yang nama lengkapnya Cargloss AHRS Grasstrack Grand Final Kejurnas 2012 di sirkuit GTX AHRS, Depok, Jawa Barat pada 26-27 Januari 2013. Kompetisi yang rutin akan menghasilkan teracker yang mumpuni, mekanik mumpuni dan semua yang dekat dengan balap ini juga mumpuni. “Itu gunanya kompetisi yang teratur. Paling tidak fisik bisa dirawat,”  cocor Gandung Darmoko, selaku pelatih fisik Motocross yang kini banyak tagani pembalap lain dari luar motocross, dia juga yang pernah melatih F.Chimon yang merebut satu kelas di event ini.

 

Dari lima kelas berstatus kejurnas, kelas campuran modifikasi yang gagal digenggam para penggaruk tanah dari Jawa (lihat hasil lomba). Kelas ini didapat Reval Sumolang dari tim 8463JO HM 1 Racing Team dari Manado. “Di Manado masih rutin motocross yang dicampur dengan grasstrack. Karena di daerah kami, motor trail kendaraan sehari-hari,” jelas Noval yang satu daerah dengan  Andre Sondakh yang juara nasional motocross 2011.

Sederhananya kompetisi yang rapat adalah trackernya sering pegang motor, berbeda skill-nya dengan yang jarang naik motor, brosist. Apalagi garuk tanah yang mengandalkan fisik pembalap dan motornya. Iya motor buat belanja ke pasar dibikin jadi garuk tanah. Iya, garuk yang gatel saja butuh fisik, apalagi pakai motor. Nggak nyambung lu.

 

Coba bandingkan masing-masing seri region 2012. Region Jawa mendapat 7 seri yang semuanya terlaksana. Sedang Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi masing-masing hanya 3 seri. Apalagi bila bicara event lepas di Jawa. Di Jabar dan Jateng saja, event grasstrack nggak putus-putus. Makanya, F Chimon yang membela MPS Honda Banten KYT IRC AHRS hanya berhadapan dengan Akbar Taufan  yang memperkuat Cargloss AHRS 86 Tech Swalow.

Chimon dari Jabar dan Akbar dari Jateng, keduanya berasal dari event yang padat. “Itu keuntungannya. Apalagi sedang rapat jadwalnya, dalam sebulan bisa full balapan tiap minggu,” tutur Chimon. “Jateng malah punya seri sendiri-sendiri dengan titel sponsor yang berbeda,” timpal Akbar yang silakan lihat di hasil lomba pada BERITA TERKAIT kelas-kelas yang mereka kuasai. Bedanya dengan yang lain? “Di Kalimantan masih lumayan klub event, tetapi daerahnya berjauhan jauh, sulit dijangkau,”  kata H. Madan (BMP HMS), pembalap asal Kalimantan Selatan yang masuk dalam kategori senior.

Belum cerita teknologi. Memang daerah bisa beli motor yang sama soal kemampuan mesin dan kaki-kakinya. Hanya saja, tetap mengandalkan mekanik Jawa. Tahu sendiri yang beli dan hasil dikerjakan mekanik yang tugasnya untuk tim yang membayarnya, beda kan. “Mekanik untuk tim sendiri memang lebih up to date soal riset. Risetnya selalu didapat dari hasil kompetisi. Mana bisa riset tanpa berlomba,” jelas  M Fachmi, pemilik tim AMPS dari Banten yang membayar Chimon

By raditya9911

Harus Patuhi Jadwal dari Awal, Jika Tak Ingin Rugi

Dengan acuan jadwal balap, tim yang ikut serta bisa melakukan banyak hal. Seperti mempersiapkan akomodasi bagi semua yang terlibat dalam urusan balap tersebut, menjadwalkan latihan intensif buat pembalap dan juga menyiapkan motor agar siap saat balapan nanti.

Selain itu dengan jadwal balap yang sudah pasti di awal tahun, juga akan berpengaruh pada urusan sponsor. Dengan demikian terlihat, betapa pentingnya jadwal balap yang pasti dari awal tahun.

“Menilik dari hal tersebut, sudah seharusnya penyelenggara balap enggak main-main dengan jadwal balap yang sudah mereka ajukan,” kata Frans Tanujaya, dari biro off-road R2 PP IMI.

Lebih lanjut mantan crosser nasional itu bilang, kalau secara tiba-tiba jadwal balap diubah penyelenggaraannya, maka pelaku balap yang sangat dirugikan. Pasalnya mereka sudah pasti melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel dan lain-lain jauh-jauh hari.

Engak hanya berhenti sampai di situ saja. Penggeseran jadwal balap juga merugikan bagi pembalapnya. Itu karena sudah latihan, namun enggak jadi balap.

“Untuk menghadapi jadwal balap terdekat, minimal persiapan intesif bagi pembalap 2 minggu sebelum bertanding,” jelas Deni Orlando salah satu crosser nasional yang cukup berpengalaman.

Lebih lanjut pemilik sekolah balap Deni Orlando Riding Forum di Solo, Jateng bilang, dengan demikian bagi pembalap yang masih sekolah, mau tidak mau mereka ijin tidak masuk sekolah. Nah kalau tiba-tiba jadwal berubah, tentu pengorbanan dengan tidak masuk sekolah bagi pembalap yang masih sekolah jadi sia-sia.

Seyogyanya bagi pihak-pihak yang terlibat dalam urusan jadwal balap, mematuhi apa yang sudah direncanakan pada awal tahun. Sehingga tidak menimbulkan kekecewaan yang buntutnya malah pelaku balap yang merasa dirugikan.

By raditya9911

Kawasaki Tetap Andalkan M Fadli dan Yudhistira di 2013

M Fadli dan Yudhistira

M Fadli dan Yudhistira

Dengan mengandalkan pasukan yang sama seperti tahun lalu, Ibnu Sambodo  selaku pemilik tim balap Kawasaki Manual Tech akan menjawab tantangan musim balap 2013. Di balap bebek tertinggi di Tanah Air, H. Yudhistira akan tetap berpasangan dengan Gupita Kresna.

“Sempat ada nama lain yang jadi pilihan untuk diikutkan di Indoprix. Tapi pada akhirnya malah enggak jadi,” sesal pemilik tim yang akrab di sapa Pakde itu.

Selain akan bertarung di balap motor nasional, 2 pembalap andalan tim Kawasaki Manual Tech itu juga akan berlaga di tingkat Asia. Bahkan khusus untuk Yudhis, juga akan berkompetisi di kelas Supersport 600 cc.

Jadi tim yang juga berkompetisi di kelas Supersport 600 cc baik nasional juga Asia, Tim yang bermarkas di Yogyakarta itu juga berurusan dengan masalah pembalap. Tapi pada akhirnya, M. Fadli yang sempat tersiar pindah ke lain hati ternyata kembali bersama tim ijo.

Bagaimana dengan Katsuaki Fujiwara? “Untuk musim 2013 nanti di kelas Supersport 600cc, belum ada keputusan soal keberadaan Fujiwara. Masih ada 2 kemungkinan, bergabung dalam 1 tim atau dengan tim lain,” terang Pakde

By raditya9911

SURYA 12 POWERCROSS, INI LOH BEDANYA MOTOCROSS

POWERCROSS

POWERCROSS

ManiakMotor – Powercross sebenarnya adalah supercross (SC). Prinsif ilmu garuk tanah di SS dulu dan sebagian masih menggunakannya adalah, tertumpu pada kaki. Itu beda dengan motocross (MX) yang kebanyakan tangan. Karakter sirkuit keduanya jauh berbeda. SS paling panjang 700 meter dan MX minimum 1.5 km, namun rintangan lebih banyak di SS.

SS lebih mengutamakan loncatan karena setiap handicap berdekatan. Habis menikung telah mendapati single jump, double jump, dan triple jump. Habis loncat sudah dihadang lagi superbowl, lumba-lumba dan rhythm jump (loncatan yang berurutan). Maka SS lebih dikenal sebagai sirkus saking banyak meloncat.

Menaklukan loncatan tersebut, kaki yang aktif ketimbang tangan. Kekuatan kaki  untuk menggenjot suspensi (mengayun) membuat motor gampang melenting ke udara. Soalnya, ancang-acang untuk mengembangkan kecepatan di SS, tidak sepanjang MX.  “Momentum meloncat harus diikuti ayunan. Ya, seperti kita loncat biasa dan mengantar motor sampai di areal mendarat. Tetapi inti di SS harus lebih agresif dari MX,” jelas Agi Agassi juara nasional motocross 2010 dan 2011.

Di motocross yang sebenarnya tangan lebih berperan. Tangan ini untuk menahan guncangan di trek-trek yang panjang. Semakin dapat speed, tangan yang akan diserang. Bukan berarti kaki diam saja. Tetap berfungsi untuk menjepit, namun tidak seaktif di SS. Mana ada di trek keriting and kribo santai beibeh. Ini garuk tanah bro…

Minggu ini atau 1 -2 Desember Surya 12 Powercross akan mumulai serinya, berarti crosser akan mengaktifkan kembali kedua kaki memreka untuk memompa special engine.  Tekanik ini kian berguna, lantaran desainer sirkuitnya didatangkan dari Spanyol. Namanya Gabriel Vilada. Katanya, doski biasa menggarap sirkuit AMA SSk . “Tetapi sudah diingatkan,  Vilada harus menyesuaikan karakter crosser Indonesia. Tidak terlalu ekstrem seperti AMA Supercross,” kata di A Judiarto dari Lighning Production penyelenggara Surya 12 Powercross.

Kembali ke  ilmu kaki yang dipatahkan Irwan Ardiansyah. Katanya, ilmu sudah berubah dan dikembangkan lebih medern. Saat ini crosser  lebih butuh motor akan sampai di tempat mendarat tanpa terbang tinggi. “Dengan mengayun terjadi banyak kerugian. Motor akan kelamaan di udara. Memang motor era dulu  butuh diayun. Tapi sekarang dengan teknologi suspensi dan kekuatan mesin, justru yang dibutuhkan kecepatan mencapai tempat mendarat. Ini disebut scrub di SS,” jelas Irwan yang pelatih dan 7 kali juara nasional motocross.

Scrub alias mengunting  waktu terbang. Kira-kira, saat melewati jumping itu motor kecepatannya tidak berubah. Terbang rendah tapi bisa jauh. “Saat akan naik tanjakan jumping, motor sudah berusaha dimiringkan. Di udara, motor benar-benar miring membuatnya tidak melambung tinggi. Untuk menerbangkan motor pun bukan dari ayunan, tapi kekuatan mesin. Juga memanfaatkan kecepatan,” lanjut Irwan yang mengaku timnya Gandasari MX sudah dalam perjalanan ke Banyuwangi, Jawa Timur untuk ikut Surya 12 Powercross seri pertama.

By raditya9911

SURYA 12 POWERCROSS MALANG

SURYA 12 POWERCROSS MALANG

Portal ini bukan pengarang, apalagi pemimpi. Mimpi kaleee yeee, iya..! Sejak awal sudah mencap Agi Agassi spesial  pemain supercross. Dia agresif untuk ukuran Indonesia soal loncat-loncat. Faktanya dalam tiga seri Surya 12 Powercross dan ditutup di sirkuit Djagung, Malang, 16 Desember 2012, Agi penguaanya. Doski memastikan juara nasional sejak berhasil di moto-1 di ronde tiga ini. Tak mungkin poinnya terkejar di  moto-2.

Agi pula yang mengembuskan trik bermain di supercross yang mengandalkan kaki untuk mengayun. Tetapi di masa kini, bukan hanya kaki yang dibutuhkan untuk lebih cepat lagi di supercross. “Saya mengerti soal scrub untuk menggunting waktu di udara. Tetapi kaki juga penting dalam situasi tertentu,” kata Agi yang memperkuat Dumasari INK SSR Honda tersebut usai bermain tenang di moto-1 dan moto 2 juga kembali dia sabet.

Sejak pindah dari Husvarna MX Team, awal tahun lalu, agi memilih Honda CRF250R sebagai andalannya. Alasannya, special engine tersebut sesuai karakternya. “Motornya bisa diajak kasar dan lembut. Supercross dan motocross berbeda karakter lintasannya, tapi pakai CRF250 jadi sama,” tambah Agi.

Agi adalah crosser yang memulai karir dari anak-anak. Kelahiran Bogor, Jawa Barat, 19 tahun lalu tersebut, pada 2010 dinobatkan sebagai pemegang juara nasional termuda yang mengalahkan umur Irwan Ardiansyah. Bakat Agi ditemukan Jhony Pranata (mantan crosser yang sekarang pelatih IMI Racing Academy Motocross atau IRA MX). Sejak di IRA MX, bakat Agi lebih dominan di supercross.

Berhasil di moto-1 Malang total poinnya Agi sudah 120 alias tak mungkin lagi terkejargassi dimoto-2. Tetapi dia tambah lagi menjadi total 142. Sedang posisi runer-up sebelumnya dipegang Alexandre Wiguna (Alex), namun Alex di moto-2 didiskualifikasi, lantaran nomor sasis dan mesin berbeda dengan yang didaftarkan.

Sama juga yang dialami Andre Sondakh yang mengganti motor. Karena itu posisi Ivan Harry Nugroho berpelunag sebagai pelapis Agi. Berarti, tim Dumasari berhasil menyandingkan dua andalannya berada di posisi pertama dan kedua nasional

By raditya9911

Final Kejurnas Grastrack 2013

Kekuatan tim dan pembalap masih terpusat di Jawa. Kejurnas Grastrack yang menganut sistem region menurut pulau-pulau besar di Nusantara, juaranya diadu dan yang terbaik masih Jawa. Itu dia event Cargloss AHRS Grastrack Grand Final Kejurnas 2012 namun baru dihajat 2013. Event ini menggunakan sirkuit GTX AHRS, Depok, Jawa Barat pada 26-27 Januari 2013.  Silakan tunggu tulisan selanjutnya soal Jawa yang mendominasi dan satu kelas lari ke Manado, Sulut, itu ada benang merahnya. Tulisan ini hanya fokus pada kelas standar pemula yang lebih masuk akal teknologinya untuk semua daerah. Cerita Bebek Modifikasi Junior, Bebek Modifikasi Senior dan Campuran Senior, duit nggak bo’ong, itu kate orang Jakarte. “Beda dengan bebek standar pemula yang masih bisa dijangkau semua region. Makanya, balapannya bagus ditonton, masih seimbang,” jelas Widia Wibowo, pimpinan lomba di event tersebut.   Aturan teknik bebek standar lebih ketat, tidak sembarangan ganti ini dan itu. Juga rata-rata pemula yang  menggebernya. Ya, namanya juga kelas pemula, bung, masak senior yang bawa. Macam mana kamu ini menulis. Ya, ya, i no, part kompetisi sangat dibatasi di kelas ini.   Lho kok, masih tracker Jawa Tengah juga yang dapat? Memang iya, tetapi Misbach Asep (Jateng) yang podium pertama di kelas ini, tidak mudah mengalahkan Rully CP dari Kalimantan Selatan, Rian Farenza (Kalsel) dan Vicky Hanjaya dari Lampung. “Butuh perjuangan, saya tidak bisa memisahkan diri dari pembalap lain,” aku Misbach.  Songa, tunner IndoPrix yang belakangan kebanjiran order juga di grastrack, langsung tunjuk tangan ingin bicara. Katanya, motor dari tim region luar Jawa pun sudah setara, entah itu di kelas modifikasi dan pemula. "Cuma yang paling seimbang memang di pemula. Karena motor rata, skill tracker penentunya,” jelas Songa. Adit

Keterangan

Kekuatan tim dan pembalap masih terpusat di Jawa. Kejurnas Grastrack yang menganut sistem region menurut pulau-pulau besar di Nusantara, juaranya diadu dan yang terbaik masih Jawa. Itu dia event Cargloss AHRS Grastrack Grand Final Kejurnas 2012 namun baru dihajat 2013. Event ini menggunakan sirkuit GTX AHRS, Depok, Jawa Barat pada 26-27 Januari 2013.

Silakan tunggu tulisan selanjutnya soal Jawa yang mendominasi dan satu kelas lari ke Manado, Sulut, itu ada benang merahnya. Tulisan ini hanya fokus pada kelas standar pemula yang lebih masuk akal teknologinya untuk semua daerah. Cerita Bebek Modifikasi Junior, Bebek Modifikasi Senior dan Campuran Senior, duit nggak bo’ong, itu kate orang Jakarte. “Beda dengan bebek standar pemula yang masih bisa dijangkau semua region. Makanya, balapannya bagus ditonton, masih seimbang,” jelas Widia Wibowo, pimpinan lomba di event tersebut.

Aturan teknik bebek standar lebih ketat, tidak sembarangan ganti ini dan itu. Juga rata-rata pemula yang  menggebernya. Ya, namanya juga kelas pemula, bung, masak senior yang bawa. Macam mana kamu ini menulis. Ya, ya, i no, part kompetisi sangat dibatasi di kelas ini.

Lho kok, masih tracker Jawa Tengah juga yang dapat? Memang iya, tetapi Misbach Asep (Jateng) yang podium pertama di kelas ini, tidak mudah mengalahkan Rully CP dari Kalimantan Selatan, Rian Farenza (Kalsel) dan Vicky Hanjaya dari Lampung. “Butuh perjuangan, saya tidak bisa memisahkan diri dari pembalap lain,” aku Misbach.

Songa, tunner IndoPrix yang belakangan kebanjiran order juga di grastrack, langsung tunjuk tangan ingin bicara. Katanya, motor dari tim region luar Jawa pun sudah setara, entah itu di kelas modifikasi dan pemula. “Cuma yang paling seimbang memang di pemula. Karena motor rata, skill tracker penentunya,” jelas Songa. Adit

By raditya9911