SURYA 12 POWERCROSS, INI LOH BEDANYA MOTOCROSS

POWERCROSS

POWERCROSS

ManiakMotor – Powercross sebenarnya adalah supercross (SC). Prinsif ilmu garuk tanah di SS dulu dan sebagian masih menggunakannya adalah, tertumpu pada kaki. Itu beda dengan motocross (MX) yang kebanyakan tangan. Karakter sirkuit keduanya jauh berbeda. SS paling panjang 700 meter dan MX minimum 1.5 km, namun rintangan lebih banyak di SS.

SS lebih mengutamakan loncatan karena setiap handicap berdekatan. Habis menikung telah mendapati single jump, double jump, dan triple jump. Habis loncat sudah dihadang lagi superbowl, lumba-lumba dan rhythm jump (loncatan yang berurutan). Maka SS lebih dikenal sebagai sirkus saking banyak meloncat.

Menaklukan loncatan tersebut, kaki yang aktif ketimbang tangan. Kekuatan kaki  untuk menggenjot suspensi (mengayun) membuat motor gampang melenting ke udara. Soalnya, ancang-acang untuk mengembangkan kecepatan di SS, tidak sepanjang MX.  “Momentum meloncat harus diikuti ayunan. Ya, seperti kita loncat biasa dan mengantar motor sampai di areal mendarat. Tetapi inti di SS harus lebih agresif dari MX,” jelas Agi Agassi juara nasional motocross 2010 dan 2011.

Di motocross yang sebenarnya tangan lebih berperan. Tangan ini untuk menahan guncangan di trek-trek yang panjang. Semakin dapat speed, tangan yang akan diserang. Bukan berarti kaki diam saja. Tetap berfungsi untuk menjepit, namun tidak seaktif di SS. Mana ada di trek keriting and kribo santai beibeh. Ini garuk tanah bro…

Minggu ini atau 1 -2 Desember Surya 12 Powercross akan mumulai serinya, berarti crosser akan mengaktifkan kembali kedua kaki memreka untuk memompa special engine.  Tekanik ini kian berguna, lantaran desainer sirkuitnya didatangkan dari Spanyol. Namanya Gabriel Vilada. Katanya, doski biasa menggarap sirkuit AMA SSk . “Tetapi sudah diingatkan,  Vilada harus menyesuaikan karakter crosser Indonesia. Tidak terlalu ekstrem seperti AMA Supercross,” kata di A Judiarto dari Lighning Production penyelenggara Surya 12 Powercross.

Kembali ke  ilmu kaki yang dipatahkan Irwan Ardiansyah. Katanya, ilmu sudah berubah dan dikembangkan lebih medern. Saat ini crosser  lebih butuh motor akan sampai di tempat mendarat tanpa terbang tinggi. “Dengan mengayun terjadi banyak kerugian. Motor akan kelamaan di udara. Memang motor era dulu  butuh diayun. Tapi sekarang dengan teknologi suspensi dan kekuatan mesin, justru yang dibutuhkan kecepatan mencapai tempat mendarat. Ini disebut scrub di SS,” jelas Irwan yang pelatih dan 7 kali juara nasional motocross.

Scrub alias mengunting  waktu terbang. Kira-kira, saat melewati jumping itu motor kecepatannya tidak berubah. Terbang rendah tapi bisa jauh. “Saat akan naik tanjakan jumping, motor sudah berusaha dimiringkan. Di udara, motor benar-benar miring membuatnya tidak melambung tinggi. Untuk menerbangkan motor pun bukan dari ayunan, tapi kekuatan mesin. Juga memanfaatkan kecepatan,” lanjut Irwan yang mengaku timnya Gandasari MX sudah dalam perjalanan ke Banyuwangi, Jawa Timur untuk ikut Surya 12 Powercross seri pertama.

Advertisements
By raditya9911

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s