BUKTI KOMPETISI RAPAT!!!

motocross_start_junior

Hanya satu juara yang melayang ke luar Jawa dalam Grand Final Grasstrack 2012 yang baru terlaksana 2013. Kompetisi di Jawa lebih teratur dan padat  ketimbang region lain. Satu juara melayang ke Manado, Sulut, karena daerah ini punya tradisi kuat dalam olahraga garuk tanah. Mereka tidak tergantung kompetisi region Sulawesi. Klub event di sana rutin. Nggak ada balapan pun tipografi Sulut yang bergunung memang sudah garuk tanah, tinggal garuk kepala yang nggak ada di sana.

Seperti itu event yang nama lengkapnya Cargloss AHRS Grasstrack Grand Final Kejurnas 2012 di sirkuit GTX AHRS, Depok, Jawa Barat pada 26-27 Januari 2013. Kompetisi yang rutin akan menghasilkan teracker yang mumpuni, mekanik mumpuni dan semua yang dekat dengan balap ini juga mumpuni. “Itu gunanya kompetisi yang teratur. Paling tidak fisik bisa dirawat,”  cocor Gandung Darmoko, selaku pelatih fisik Motocross yang kini banyak tagani pembalap lain dari luar motocross, dia juga yang pernah melatih F.Chimon yang merebut satu kelas di event ini.

 

Dari lima kelas berstatus kejurnas, kelas campuran modifikasi yang gagal digenggam para penggaruk tanah dari Jawa (lihat hasil lomba). Kelas ini didapat Reval Sumolang dari tim 8463JO HM 1 Racing Team dari Manado. “Di Manado masih rutin motocross yang dicampur dengan grasstrack. Karena di daerah kami, motor trail kendaraan sehari-hari,” jelas Noval yang satu daerah dengan  Andre Sondakh yang juara nasional motocross 2011.

Sederhananya kompetisi yang rapat adalah trackernya sering pegang motor, berbeda skill-nya dengan yang jarang naik motor, brosist. Apalagi garuk tanah yang mengandalkan fisik pembalap dan motornya. Iya motor buat belanja ke pasar dibikin jadi garuk tanah. Iya, garuk yang gatel saja butuh fisik, apalagi pakai motor. Nggak nyambung lu.

 

Coba bandingkan masing-masing seri region 2012. Region Jawa mendapat 7 seri yang semuanya terlaksana. Sedang Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi masing-masing hanya 3 seri. Apalagi bila bicara event lepas di Jawa. Di Jabar dan Jateng saja, event grasstrack nggak putus-putus. Makanya, F Chimon yang membela MPS Honda Banten KYT IRC AHRS hanya berhadapan dengan Akbar Taufan  yang memperkuat Cargloss AHRS 86 Tech Swalow.

Chimon dari Jabar dan Akbar dari Jateng, keduanya berasal dari event yang padat. “Itu keuntungannya. Apalagi sedang rapat jadwalnya, dalam sebulan bisa full balapan tiap minggu,” tutur Chimon. “Jateng malah punya seri sendiri-sendiri dengan titel sponsor yang berbeda,” timpal Akbar yang silakan lihat di hasil lomba pada BERITA TERKAIT kelas-kelas yang mereka kuasai. Bedanya dengan yang lain? “Di Kalimantan masih lumayan klub event, tetapi daerahnya berjauhan jauh, sulit dijangkau,”  kata H. Madan (BMP HMS), pembalap asal Kalimantan Selatan yang masuk dalam kategori senior.

Belum cerita teknologi. Memang daerah bisa beli motor yang sama soal kemampuan mesin dan kaki-kakinya. Hanya saja, tetap mengandalkan mekanik Jawa. Tahu sendiri yang beli dan hasil dikerjakan mekanik yang tugasnya untuk tim yang membayarnya, beda kan. “Mekanik untuk tim sendiri memang lebih up to date soal riset. Risetnya selalu didapat dari hasil kompetisi. Mana bisa riset tanpa berlomba,” jelas  M Fachmi, pemilik tim AMPS dari Banten yang membayar Chimon

Advertisements
By raditya9911

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s